Return to site

PASAR APARTEMEN STAGNAN, APARTEMEN KINGLAND AVENUE SOLD OUT 70% DI LAUNCHING PERDANANYA

Sepanjang kuartal tiga, tidak ada dampak yang signifikan dari tax amnesty dan relaksasi rasio loan to value (LTV) atas performa kondominium. Data Cuhsman & Wakefield di laporan Q3-nya mengungkapkan pasar kodominium di Jabodetabek tetap stabil dengan tingkat penjualan 97,6%, naik sedikit sebanyak 0,1% dari September 2015.

Kendati demikian, Kingland Avenue, apartemen eksklusif besutan pengembang PT Hong Kong Kingland telah berhasil menjual 70% unit tower pertamanya, The Venetian,  pada peluncuran perdananya di Mal Living World Alam Sutera pada 12 November lalu.

“Kini properti sudah mulai menggeliat ke atas. Bisa dibilang, kita satu-satunya pengembang di Serpong yang pertama kali launching bisa sukses menjual unit sebanyak 70%,” kata Bambang Sumargono, Marketing Director Kingland Avenue kepada 99.co, Kamis (1/12/2016).

Pencapaian ini tergolong fantastis mengingat banyak pengembang di Serpong yang tidak perform di tahun Monyet Api ini. “Kalau kita lihat banyak sekali developer atau kompetitor yang juga membangun highrise. Di 2016 ini, di antara mereka ada yang tidak launching, ada juga yang dipaksa tapi hasilnya tidak memuaskan,” ungkap Bambang di Marketing Gallery Kingland Avenue, Jalan Raya Serpong, Tangerang.

Menurut Bambang, selain segmennya yang masih hidup, ternyata konsep yang ditawarkan apartemen Kingland Avenue berhasil diserap oleh masyarakat.” Kita menawarkan hunian loft yang sangat nyaman. Segmen kita adalah anak muda seperti eksekutif muda atau pasangan yang baru menikah. Nah, orang-orang yang bekerja ini sangat tertarik ketika datang ke marketing gallery karena show unit kami yang sangat representatif,” ujar Bambang yang baru saja selesai meeting.

Dari 600 unit tower The Venetian, kini 30% unit masih siap ditawarkan. Dari 3 tipe yang ditawarkan yakni 1 bedroom (tipe 41), 3 bedroom (tipe 61), dan 3 bedroom yang lebih besar, tipe yang paling laris adalah unit satu kamar tidur. Untuk ketiga tipe itu, harganya dibandrol mulai dari Rp645 juta untuk tipe termurah sampai Rp1,5 miliar untuk tipe termahal.

“Dari 70% tersebut tipe yang paling laris adalah tipe 1 bedroom. Bisa dibilang perbandingan 1 bedroom dan 3 bedroom adalah 70% banding 30%. Dari keseluruhan unit,  tipe 1 bedroom sudah laris sebanyak 60% sedangkan tipe 3 bedroom sudah laris sampai 50%,” papar Bambang.

Ke depan, Bambang mengatakan bahwa kenaikan gain Kingland Avenue sangat menjanjikan. “Setiap tahun kenaikan properti 15%, jadi kenaikanya empat tahun sudah 100% atau double dari harga perdananya,” kata Bambang menjelaskan kenaikan capital gain tower yang rencana serahterimanya di 2020 itu.

All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OKSubscriptions powered by Strikingly